makalah MEAN PARAMETRIK

MAKALAH KELOMPOK 7 STATISTIKA

 

 

“MEAN PARAMETRIK”

 



 

 

Disusun oleh:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA 2022


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah dengan judul “Mean Parametrik” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupunpikirannya.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Pengantar Statistika. Selain itu, pembuatan makalah ini juga bertujuan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman maka kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempuraan makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi parapembaca.

 

 

 

 

 

Medan, 24 Maret 2022

 

 

 

 

Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................. 2

DAFTARISI................................................................................................ 3

BABI............................................................................................................ 4

PENDAHULUAN....................................................................................... 4

1.1  Latar BelakangMasalah.................................................................. 4

1.2  RumusanMasalah............................................................................ 4

1.3  Tujuan............................................................................................. 5

1.4  Manfaat........................................................................................... 5

a)  ManfaatTeoritis................................................................................ 5

b)  ManfaatPraktis.................................................................................. 5

BABII........................................................................................................... 6

TinjauanPustaka......................................................................................... 6

2.1  PengertianMean Parametrik........................................................... 6

A.  SampeldanPopulasi.......................................................................... 6

B.  UjiNormalitasData........................................................................... 7

2.2  Alat Ukur Mean Parametrik............................................................ 9

X: Nilai itemdata asli................................................................................... 15

Soal AnovaSatu Arah.......................................................................... 24

Penyelesaian Anova Satu Arah........................................................... 25

BABIV....................................................................................................... 30

Kesimpulan............................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................31

 


BAB I PENDAHULUAN

 

1.1  Latar BelakangMasalah

Untuk membuat suatu kesimpulan mengenai sampel dari sebuah populasi, kita bisa menggunakan uji statistik. Uji statistik adalah teknik formal yang menggunakan distribusi probabilitas untuk mencapai kesimpulan mengenai sebuah hipotesis. Pengujian hipotesis yang yang berkaitan dengan uji beda diklasifikasikan menjadi dua, yaitu uji statistik parametrik dan uji statistik non parametrik. Statistik parametrik adalah pengujian yang memanfaatkan informasi mengenai parameter populasi. Sedangkan statistik non parametrik adalah sebuah metode pengujian dimana kita tidak mengetahui parameter dalam populasi.

Statistik parametrik digunakan jika distribusi suatu populasi sudah diketahui. Dalam pengujian ini, tendency central yang digunakan adalah mean atau rata-rata. Pengujian ini merupakan pengujian yang paling umum digunakan dan tidak memakan waktu yang relatif lama. Statistik non parametrik tidak membutuhkan asumsi dan central tendency yang digunakan adalah median atau nilai tengah.

Dalam ilmu statistik, uji statistik digunakan untuk membuat generalisasi atau kesimpulan tentang populasi dari sampel yang diambil. Uji statistik adalah teknik formal yang mengandalkan distribusi probabilitas untuk mencapai kesimpulan tentang kewajaran hipotesis. Sebuah hipotesis dibuat berdasarkan aturan umum tertentu yang diterapkan pada suatu populasi.

 

 

1.2  RumusanMasalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah yang didapat adalah:

1.       Apa yang dimaksud dengan meanparametrik?

2.       Apa saja syarat data dalam meanparametrik?

3.       Apa yang dimaksud dengan populasi dansampel?

4.       Apa yang digunakan pada skalapengukurannya?

5.       Bagaimana contoh data meanparametrik


1.3  Tujuan

1.       Menjelaskan tentang pengertian meanparametrik

2.       Menjelaskan syarat data dalam meanparametrik

3.       Menjelaskan populasi dansampel

4.       Menjelaskan skala yang digunakan pada meanparametrik

5.       Memberikan contoh soal mengenai meanparametrik

 

 

 

1.4  Manfaat

Manfaat penelitian adalah:

 

a)       ManfaatTeoritis

 

Agar dapat menambah referensi mengenai definisi dari mean parametrik, kegunaan serta contohnya

b)      ManfaatPraktis

 

Secara praktis agar dengan adanya makalah diharapkan dapat menjadi bahan belajar mengenai statistika


BAB II

 

Tinjauan Pustaka

 

2.1  Pengertian Mean Parametrik

Statistika parametrik merupakan bagian dari statistika inferensia yang mempertimbangkan nilai dari satu atau lebih parameter populasi. Sehubungan dengan kebutuhan inferensianya, pada umumnya statistika parametrik membutuhkan data yang berskala pengukuran minimal interval.Selain itu, penurunan prosedur dan penetapan teorinya berpijak pada asumsi spesifik mengenai bentuk distribusi populasi yang biasanya diasumsikannormal.

Statistik parametrik memiliki keterbatasan penggunaan jenis data yaitu minimal menggunakan data interval dan rasio. Data yang dihasilkan harus terdistribusi secara normal. Statistik parametrik merupakan yang paling dianjurkan, karena memiliki banyak kelebihan dari segi hasil namun sulit untuk dilakukan.

Syarat-syarat untuk memenuhi kriteria parametrik yaitu:

·       Distribusi sampel diambil dari distribusi populasi yang terdistribusi secara normal

·       Sampel diperoleh secara random (mewakilipopulasi)

·       Skala pengukuran harus kontinyu(rasio/interval)

·       Metode uji statistik yang digunakan yaitu uji T, uji Z, korelasi pearson dananova

 

 

A.  Sampel danPopulasi

Populasi adalah Wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitidan kemudian ditarik kesimpulannya. Contoh objek yang diteliti yaitu (orang, kebijakan, motivasikerja, disiplin, dll).

Sampel adalah Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel harus representatif (mewakili). Dalam menentukan jumlah sampel yaitu semakin besar jumlah populasi maka semakin kecil peluang kesalahan. Rumus penentuan sampel yaitu:


Keterangan:

n = jumlah sampel yang dikehendaki N = jumlah anggota populasi

P = proporsi populasi


d = tingkat akurasi

2= tabel chi-square sesuai tingkat kepercayaan = 3,841

 

 

B.  Uji NormalitasData

Kegunaan uji normalitas data adalah untuk mengetahui distribusi data normal atau tidak. Apabila distribusi data normal maka statistik parametrik bisa dipergunakan. Normalitas data juga bergantung pada instumen dan penggunaan data. Salah satu teknik uji normalitas data adalah mengunakan chi-square ( 2). Caranya adalah dengan membandingkan kurva normal dari data yang telah terkumpul dengan kurva normal baku/ standart.

 

 

 

 

 

 

Contoh gambar kurva normal

 

Cara Uji Normalitas Data

 

1.           Tentukan jumlahi nterval (jumlah interval ditetapkan 6 sesuai dengan jumlah bidang yang ada dikurva normalbaku)

2.           Tentukan panjang kelasinterval

3.           Susunlah dalam tabel distribusi frekuensi (tabelpenolong)

4.           Uji normalitas data awal tersebut menggunakan rumus Chi-kuadrat Hipotesis yang diuji adalah sebagaiberikut:

Ho : data pada sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal


Ha : data pada sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. Rumus chi kuadrat:

Ket:

2           :Chi-kuadrat

Oi        : Frekuensipengamatan

Ei         : Frekuensi yang diharapkan k          : banyaknyainterval

Kriteria pengujian terima H0 jika 2hitung <2tabel dengan dk= k-3 dan alva= 5      %,berarti data berdistribusi normal (Sudjana,2002:273).


 

 

C.  UjiHomogenitas

 

Uji homogenitas adalah suatu prosedur uji statistik yang bertujuan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel yang telah diambil berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Syarat untuk menguji homogenitasyaitu:

·       Membandingkandata (data harussejenis)

·       Dilakukan untuk melihat sampel berasal dari varian yang homogen

·       Diperlukan seluruh sampel atauvariabel

 

 

D.  Varians dan StandarDeviasi

 

Varians adalah nilai numerik yang menggambarkan variabilitas pengamatan dari rata- rata aritmatika. Varians merupakan rata-rata penyimpagan kuadrat yang menunjukkan seberapa jauh individu dalam satu kelompok tersebar. Ketika varians dari set data kecil, itu menunjukkan kedekatan poin data dengan rata-rata sedangkan nilai varians yang lebih besar menyatakan bahwa pengamatan sangat tersebar di sekitar rata-rata aritmatika dan dari satu sama lain. Varians disimbolkan dengan sigma kuadrat (σ²). Contohrumus:

 

 

 

 

 

Dengan keterangan:

 

 

s2         :varian

s           : standar deviasi (simpangan baku) xi         : nilai xke-i

x          :rata-rata

N         : ukuransampel

 

 

Standar deviasi adalah ukuran dispersi pengamatan dalam satu set data. Standar deviasi merupakan akar kuadrat deviasi. Menunjukkan bahwa berapa banyak pengamatan dari set data berbeda dari rata-rata. Standar deviasi dilabeli sebagai sigma (σ). Contoh rumus:

 



 

 

 

Keterangan:

s2 = varian

s = standar deviasi (simpangan baku) xi = nilai x ke-i

= rata-rata

n = ukuran sampel

 

 

 

 

 

2.2  Alat Ukur MeanParametrik

A.   ALAT UJIT

Alat uji T terbagi 2 yaitu 1 sampel dan 2 sampel. 1 sampel terdiri atas one tail dan two tail, sedangkan 2 sampel terdiri atas independent test dan paired test.

·       Uji T 1sampel

Uji-t 1 sampel biasanya digunakan untuk menguji hipotesa deskriptif dimana kalimat hipotesanya yang akan menentukan termasuk one tail test/two tail test. One tail dibagi menjadi 2: uji pihak kiri dan uji pihak kanan, sedangkan Two tail test biasanya digunakan bila hipotesa nol (Ho) berbunyi“sama dengan” dan Hipotesa altenatif (Ha) berbunyi“tidak sama dengan.


One tail test (uji pihak kiri) biasanya digunakan bila Ho berbunyi“lebih besar/sama dengan (≥)” dan Ha berbunyi “lebih kecil (<)”. Contoh rumusan hipotesa:  Ho = daya  tahan  lampu minimal 400 jam (≥ 400jam) Ha = daya   tahan lampu lebih kecil dari 400 jam (< 400jam. Untuk One tail test (uji pihak kanan) biasanya digunakan apabila Ho berbunyi“lebih kecil atau sama dengan (≤)” dan Ha berbunyi“lebih besar (>)”.Contoh rumusan hipotesa:  Ho  =  pedagang labu paling banyak menjual 100kg/hari (≤ 100kg) Ha = pedagang labu dapat menjual lebih dari 100kg/hari (>100kg).

Nb: batas ujipihakkiri                                     nb: batas uji pihak kanan


 

 

 

·       Uji two tailtest

Pengujian dua arah adalah pengujian terhadap suatu hipotesis yang belum diketahui arahnya. Misalnya ada hipotesis, ‘diduga ada pengaruh signifikan antara variabel X terhadap Y’. Hipotesis tersebut harus diuji dengan pengujian dua arah. Sedangkan hipotesis yang berbunyi, ‘diduga ada pengaruh positif yang signifikan antara variabel X terhadap Y’. Nah, hipotesis tersebut harus diuji dengan pengujian satu arah. Contohrumusanhipotesa:                                                                                  Ho = daya tahan baterai laptop sama dengan  4 jam Ha = daya tahan  baterai laptop tidak sama dengan  4 jam   Ho = penjualan kartu perdana dalam satu bulan sama dengan 100 buah Ha = penjualan kartu perdana dalam satu bulan tidak sama dengan 100buah.


Nb: kurva two tail test

·       Rumus T-test


 

t : t hitung

: rata-rata sampel

0: rata-rata spesifik atau rata-rata tertentu (yang menjadi perbandingan) s : standart deviasi sampel

n : jumlah sampel.

·       Uji T 2sampel


Uji t 2 sampel merupakan uji statistic parametric yang membandingkan dua kelompok indepeden untuk menentukan apakah ada bukti bahwa rata-rata popolasi secara statistic signifikan berbeda. Pada intinya uji t 2 sampel /populasi yang berbeda untuk nantinya dilihat perbedaannya.

·     Independent ttest

Indepen digunakan untuk membandingkan dua kelompok dari dua sampel yang berbeda. Prinsipnya ingin mengetahui apakah ada perbedaan mean antara dua populasi, dengan membandingkan dua mean sampel-nya. Misalnya, melihat perbedaan kelas yang diberi pelatihan dan yang tidak diberi pelatihan dan perbedaan perlakuan orang yang diberi obat diet dan yang tidak. Secara perhitungan manual ada dua formula (rumus) uji T independen, yaitu uji T yang variannya sama dan uji T yang variannya tidak sama.

Untuk varian sama gunakan formulasi berikut :


Dimana Sp :


KETERANGAN :

 

Xa = rata-rata kelompok a Xb = rata-rata kelompok b

Sp = Standar Deviasi gabungan Sa = Standar deviasi kelompok a Sb = Standar deviasi kelompok b

na = banyaknya sampel di kelompok a nb = banyaknya sampel di kelompok b


DF = na + nb -2

 

Sedangkan untuk varian yang tidak sama gunakan formulasi berikut :

 

Untuk DF (degrre of freedom) uji T independen yang variannya tidak sama itu berbeda dengan yang di atas (DF= Na + Nb -2), tetapi menggunakan rumus :


 

untuk menentukan apakah varian sama atau beda, maka menggunaka rumus :


 

·     Paired ttest

Paired T-Test merupakan uji parametrik yang dapat digunakan pada dua data berpasangan. Paired digunakan untuk membandingkan mean dari suatu sampel yang berpasangan. Sampel berpasangan adalah sebuah kelompok sampel dengan subyek yang sama namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda. Menguji perbedaan kondisi awal / sebelum dan setelah perlakukan.

 

Rumus Paired t test


 

 

B.  UJI ANALISIS OF VARIANS(ANOVA)

Analisis varians adalah suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Anova digunakan untuk menguji hipotesis rata-rata k sampel yang berpasangan bukan ragam populasi. Data tersebut berbentuk interval atau rasio. Anova adalah analisis untuk membandingkan rata-rata lebih dari dua populasi. Dimana;

H0 nya menyatakan bahwa dari semua rata-rata populasi adalah sama (H0 = µ1 = µ2 … = µk).

Sedangkan, H1 nya menyatakan bahwa setidaknya satu yang berbeda (H1=Tidak semua µi sama, i=1,2,…k).

Adapun tiga bagian pengukuran variabilitas pada data yang akan dianalisis dengan anova, yaitu: Variabilitas antar kelompok (between treatments variability)

Variabilitas antar kelompok adalah variansi mean kelompok sampel terhadap rata-rata total, sehingga variansi lebih terpengaruh oleh adanya perbedaan perlakuan antar kelompok, atau Jumlah Kuadrat antar kelompok (Jka). Rumusnya adalah :


Keterangan : k = banyaknya kelompok


T = total X masing-masing kelompok G = total X keseluruhan

n = jumlah sampel masing-masing kelompok N = jumlah sampel keseluruhan

1.       Variabilitas dalam kelompok (within treatmentsvariability)

Variabilitas dalam kelompok adalah variansi yang ada dalam masing-masing kelompok. Banyaknya variansi akan tergantung pada banyaknya kelompok. Variansi tidak terpengaruh oleh perbedaan perlakuan antar kelompok, atau Jumlah Kuadrat dalam (JKd). Rumusnya adalah :

JKd = JKsmk Keterangan :

JKsmk adalah Jarak kuadrat simpangan masing-masing kelompok.

2.       Jumlah kuadrat penyimpangan total (total sum ofsquares)

Jumlah kuadrat penyimpangan total adalah jumlah kuadrat selisih antara skor individual dengan mean totalnya, atau JKT.

Rumusnya adalah :


Atau dapat dihitung dengan rumus:


 

Anova memiliki dua jenis, yaitu:

·       Anova satu jalan (one wayanova)

E.g   untuk menguji ada tidaknya perbedaan pendapatan antara karyawan pabrik, salesperson,pns.

Asumsi anova satu arah adalah sebagai berikut:

a)       Variabel dependen berskala interval atau rasio (datacontinous)

b)      Tidak terdapat outlier (pencilan) pada variabeldependen

c)       Variabel independen terdiri dari tiga atau lebih kelompokkategori

d)      Tidak ada hubungan antara observasi di setiap kelompok atauantar kelompok itusendiri

e)       Variabel dependen terdistribusi secara normal untuk setiapkategori variabelindependen.

·       Anova dua jalan (two wayanova)


E.g. untuk menguji ada tidaknya perbedaan secara signifikan antara pendapatan karyawan pabrik, salesperson dan pns berdasarkan jenis kelamin.

·     Adapun asumsi dasar ANOVA adalah:

1.  Kenormalan

Distribusi data harus normal, agar data berdistribusi normal dapat ditempuh dengan cara memperbanyak jumlah sampel dalam kelompok

2.  Pengamatanbebas

Sampel hendaknya diambil secara acak (random), sehingga setiap pengamatan merupakan informasi yang bebas.

3.  Skala pengukuran minimalinterval.

 

C.  ZSCORE

Z score merupakan transformasi sebuah distribusi data mengikuti distribusi standard.

Pengertian distribusi standard adalah sebuah distribusi yang mempunyai rata-rata nol dan simpangan baku 1. Dalam statistik dikenal dengan istilah distribusi normal.

Rumus Z Score; Keterangan:

Z: Nilai distribusi normal X: Nilai item data asli

μ: Nilai rata-rata data

δ: Nilai simpangan baku data

 

 

Z-Score (Nilai Standar), Bilangan yg menunjukkan seberapa jauh suatu nilai (angka kasar) menyimpang dari mean dalam satuan SD. Z-Score menunjukan posisi data ketika

dibandingkan dengan nilai rata-rata. Bilangan yg menunjukkan seberapa jauh suatu nilai (angka kasar) menyimpang dari mean dalam satuan SD.

Z-SCORE (Nilai Standar), Z-Score menunjukan posisi data ketika dibandingkan dengan nilai rata-rata. Z-Score menunjukan posisi data ketika dibandingkan dengan nilai rata- rata.

  Jika z-score = 0 berada pdmean

  Jika z-score = + di atasmean

  Jika z-score = - di bawahmean

  Jika z-score = 1 berada pd 1 SD di atasmean


  Jika z-score = -2 berada pd 2 SD di bawahmean

 

 

·     Kegunaan z-score adalah

1 Membandingkan posisi seseorang dengan 2 Orang lain dlm kelompok masing-masing Contoh :

  Jono mendapat nilai statistik 50 dan Joni80.

  Jono menilai dosennya pelit nilai, sedangkan dosen di kelas Joni baikhati.

  Apakah nilai Joni memang lebih baik dari nilai Jono? Atausebaliknya?

  Utk membuktikan apakah nilai Jono sama dengan Joni, atau malah lebih baik dari Joni,kita menggunakanz-score.

·     Rumusz-score


 

 

 

 

C. CONTOH SOAL UJI T

 

·       UJI T TIDAKBERPASANGAN

Berikut merupakan tabel hubungan antara jenis pupuk nitrogen terhadap hasil padi :

 

 

 

PLOT

PUPUK A

 

(1)

PUPUK B

 

(2)

1

7

8

2

6

6

3

5

7


4

6

8

5

5

6

6

4

6

7

4

7

8

6

7

9

6

8

10

7

7

11

6

6

12

5

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan tingkat kepercayaan 95%, ambil kesimpulan dari data tersebut.

PEMBAHASAN:

·       Langkah 1 (1) : dijumlahkan seluruh datanya kemudian dibagi dengan banyaknyadata

¯=67/12 =5,58

·       Langkah2: setelah dapathasilnyakemudianmasukkan rumus: (¯¯)

·       Langkah3: setelah dapatdarihasil(¯¯),kemudiandikuadratkandenganrumus:(¯¯)2

·       Langkah ke 4: mencari standar deviasi denganrumus:


1=¯=  10,9168=  10,9168=


= 0,996


−1               12−1                  11

 

 

 

 

 

 

No

Data

(¯¯)

(¯¯)2

1

7

1,42

2,0104

2

6

0,42

0,1764

3

5

-0,58

0,3364

4

6

0,42

0,1764

5

5

-0,58

0,3364

6

4

-1,58

2,4964

7

4

-1,58

2,4964

8

6

0,42

0,1764

9

6

0.42

0,1764

10

7

1,42

2,0164

11

6

0,42

0,1764

12

5

-0,58

0,3364

 

Σ(¯¯)2

= 10, 9168

 

 
Tabel 2:

·       Langkah 1: dijumlahkan seluruh datanya kemudian dibagi dengan banyaknya data

¯=83/12 =6,92

·       Langkah 2: setelah dapat hasilnya kemudian masukkanrumus:(¯¯)

·       Langkah 3: setelahdapat


dari hasil (¯¯),kemudian di kuadratkan denganrumus:

(¯¯)2

·       Langkah ke 4: mencari standar deviasi denganrumus:


1=¯=  6,9168=  6,9168=


= 0,793


−1              12−1                11

 

No

Data

(¯¯)

(¯¯)2

1

8

1,08

1,1664

2

6

-0,92

0,8464

3

7

0,08

0,0064

4

8

1,08

1,1664

5

6

-0,92

0,8464

6

6

-0,92

0,8464

7

7

0,08

0,0064

8

7

0,08

0,0064

9

8

1,08

1,1164

10

7

0,08

0,0064

11

6

-0,92

0,8464

12

7

0,08

0,0064

 

Σ(¯¯)2

= 6,9168

 

Setelah dapat hasil dari 1dan 2maka: Dik: ¯1: 5,58

¯2:6,92

1:0,996

2:0,793

Dit: =?Jwb:

=

 

=          5,58−6,92

 

=     −1,34

0,083+0,052

 

=−1,34

0,135

=


=−1,34

0,365

= -3,65

𝑡𝑎= t /2 . (1+2-2)

= 0,025 (22)

= 2,074 (terdapat di tabel ke- 21)

0= jika <𝑡𝑎maka ditolak

= jika >𝑡𝑎maka diterima

Jadi kesimpulannya pupuk A tidak sama dengan pupuk B dan hasil padi dari pupuk B lebih tinggi dari pupuk A

 

 

·       UJI TBERPASANGAN

Berikut merupakan data dari penggunaan metode pembelajaran baru :

Mahasiswa

Nilai Pre- test

Nilai Post- test

1

70

70

2

60

65

3

50

70

4

65

80

5

55

60

6

40

60

7

45

70

8

65

70

9

60

65

10

70

75

11

60

65

12

50

75

13

30

65

14

45

70

15

40

70

dengan nilai alfa 0.05, tentukan kesimpulan dari data tersebut. Hipotesis : 0:¯1= ¯2

:¯1¯2

Jawab:

·       Langkah 1: jumlahkan seluruh data kemudian dibagi dengan banyaknyadata

·       Langkah2:mencariselisihnilai D (perbedaan selisih antara¯1dan ¯2)

·       Langkah 3: setelah mencari selisih nilai D, kemudian dikuadratkan


Mahasiswa

Nilai Pre- test

Nilai Post-test

Perbedaan

 

n

¯1

¯2

D

D2

1

70

75

5

25

2

60

65

5

25

3

50

70

20

400

4

65

80

15

225

5

55

60

5

25

6

40

60

20

400

7

45

70

25

625

8

65

70

5

25

9

60

65

5

25

10

70

75

5

25

11

60

65

5

25

12

50

75

25

625

13

30

65

35

1225

114

45

70

25

625

15

40

70

30

900

Jumlah

805

1035

230

5200

Y

53,70

69

 

 

 

·       Menghitung t

D

 
S2 = [Σ 2- ((Σ )2/n)]/[n-1]

= [5200-(230)2/15)]/[15-1]

= [5200-52.900/15]/[14]

= [5200-3,526]/[14]


= 119,5238

 

=

= 2,82281

 

 

 

=¯1-¯2/ S

= 53,70-69/ 2,82281

= -15,33/ 2,82281

= -5,43076

=/2()

=0,05/2(1)

= ,025(14)


= 2.145

pada kolom alfa = 0.025 dan data ke-14, nilai t adalah 2.145. Kesimpulan:

Terima H, jika thit| < t table, sebaliknya Tolak H, alias terima HA, jika thit| > t table

Karena nilai t perhitungan lebih tinggi daripada t tabel, maka Ho ditolak sehingga nilai pre-tes tidak sama dengan nilai post-test. Serta nilai post test lebih tinggi daripada nilai pre-test.


 

NB:untukcontohsoalujiTtidakberpasangan,𝒕𝒂terdapatdidatake-21dengan nilaialfa0,025untukkolomonetailnya:2,075danuntuksoalujiTberpasangan,

𝒕𝒂terdapat di data ke-14 dengan nilai alfa 0,025 untuk kolom one tailnya: 2,145

 

 

 

 

· CONTOH Uji Z UJI Z DUAPIHAK

Sebuah pabrik pembuat bola lampu pijar merek A menyatakan bahwa produknya tahan dipakai selama 800 jam, dengan standar deviasi 60 jam. Untuk mengujinya, diambil sampel sebanyak 50 bola lampu, ternyata diperoleh bahwa rata-rata ketahanan bola lampu pijar tersebut adalah 792 jam. Pertanyaannya, apakah kualitas bola lampu tersebut sebaik yang dinyatakan pabriknya atau sebaliknya?

 

HIPOTESIS:


0 : =

 

:

 

PEMBAHASAN:

Dik: = 800jam

= 60

n = 50 bola y = 792jam

Dit: ?

 

JAWAB:

 
       =(−)

/

 
       = (792−800)

60/ 50

 
       =(−8)

60/ 50

 
          =                    (−8) 60/7,071

 
       =(−8)

8,485

= -0,94

 

𝑡𝑎 =/2

𝑡𝑎=0,05/2

𝑡𝑎=0,025

𝑡𝑎=1,960

 

Analisis:

Nilai Ztabel dapat diperoleh dari Tabel 1. Dengan menggunakan Tabel 1, maka nilai Z0,025 adalah nilai pada perpotongan α baris 0,02 dengan α kolom 0,005, yaitu 1,96. Untuk diketahui bahwa nilai Zα adalah tetap dan tidak berubah-ubah, berapun jumlah sampel. Nilai Z0,025 adalah 1,96 dan nilai Z0,05 adalah 1,645.

Tabel 1. Nilai Z dari luas di bawah kurva normal baku:

 

 

α

0

0.001

0.002

0.003

0.004

0.005

0.006

0.007

0.008

0.009

0.00

 

3.090

2.878

2.748

2.652

2.576

2.512

2.457

2.409

2.366

0.01

2.326

2.290

2.257

2.226

2.197

2.170

2.144

2.120

2.097

2.075

0.02

2.054

2.034

2.014

1.995

1.977

1.960

1.943

1.927

1.911

1.896

0.03

1.881

1.866

1.852

1.838

1.825

1.812

1.799

1.787

1.774

1.762

0.04

1.751

1.739

1.728

1.717

1.706

1.695

1.685

1.675

1.665

1.655

0.05

1.645

1.635

1.626

1.616

1.607

1.598

1.589

1.580

1.572

1.563

0.06

1.555

1.546

1.538

1.530

1.522

1.514

1.506

1.499

1.491

1.483


0.07

1.476

1.468

1.461

1.454

1.447

1.440

1.433

1.426

1.419

1.412

0.08

1.405

1.398

1.392

1.385

1.379

1.372

1.366

1.359

1.353

1.347

0.09

1.341

1.335

1.329

1.323

1.317

1.311

1.305

1.299

1.293

1.287

0.10

1.282

1.276

1.270

1.265

1.259

1.254

1.248

1.243

1.237

1.232

 

 

 

 

Kriteria Pengambilan Kesimpulan:

 

Jika |Zhit| < |Ztabel|, maka terima H0

 

Jika |Zhit| ≥ |Ztabel|, maka tolak H0 alias terima HA

 

Kesimpulan:

 

Karena harga |Zhit| = 0,94 < harga |Ztabel | = 1,96, maka terima H0

 

Jadi, tidak ada perbedaan yang nyata antara kualitas bola lampu yang diteliti dengan kualitas bola lampu yang dinyatakan oleh pabriknya.

 

·       UJI Z SATUPIHAK

 

Pupuk Urea mempunyai 2 bentuk, yaitu bentuk butiran dan bentuk tablet. Bentuk butiran lebih dulu ada sedangkan bentuk tablet adalah bentuk baru. Diketahui bahwa hasil gabah padi yang dipupuk dengan urea butiran rata-rata 4,0 t/ha. Seorang peneliti yakin bahwa urea tablet lebih baik daripada urea butiran. Kemudian ia melakukan penelitian dengan ulangan n=30 dan hasilnya adalah sebagai berikut:

 

Hasil gabah padi dalam t/ha

 

4,0

5,0

6,0

4,2

3,8

6,5

4,3

4,8

4,6

4,1

4,9

5,2

5,7

3,9

4,0

5,8

6,2

6,4

5,4

4,6

5,1

4,8

4,6

4,2

4,7

5,4

5,2

5,8

3,9

4,7

 

 

 

Hipotesis

 

H0: =      (rata-rata hasil gabah padi yang dipupuk dengan pupuk urea tablet sama dengan padi yang dipupuk dengan ureabutiran)

 

HA: >       (rata-rata hasil gabah padi yang dipupuk dengan pupuk urea tablet lebih tinggi dari padi yang dipupuk dengan ureabutiran)

 

Analisis


= 4,0t/h

 

= 4,9t/h

 

S = 0,78 digunakan sebagai estimasi σ

 

Zhit = (yt – yb)/(σ/√n) = (4,0 – 4,9)/(0,78/√30 = – 6,4286 Ztabel = Zα= Z0,05 = 1,645

Kriteria Pengambilan Kesimpulan Jika |Zhit| < |Ztabel|, maka terima H0

Jika |Zhit| ≥ |Ztabel|, maka tolak H0 alias terima HA Kesimpulan:

Karena harga |Zhit| = 6,4286 > harga |Ztabel | = 1,645, maka tolak H0 alias terima HA

 

Jadi, rata-rata hasil gabah padi yang dipupuk dengan pupuk urea tablet nyata lebih tinggi dari padi yang dipupuk dengan urea butiran.

 

·       CONTOHANOVA

 

 

Soal Anova Satu Arah

 

Banyaknyaanggotarumahtanggahasilsebuahsurveirumahtanggadi3desaadalah sebagaiberikut:

 

esa A

Desa B

Desa C

6

4

7

8

4

5

4

4

3

4

7

6


esa A

Desa B

Desa C

7

4

5

5

4

5

4

3

3

 

3

3

 

8

3

 

8

 

 

Ujilah dengan tingkat signifikansi 5 persen, apakah terdapat perbedaan rata-rata banyaknya anggota rumahtangga di ketiga desa tersebut!

 

Penyelesaian Anova Satu Arah

 

Penyelesaian Anova Satu Arah dimulai dari penetapan hipotesis, menghitung statistik uji, menentukan titik kritis, pengambilan keputusan dan menarik kesimpulan.

 

a.   Hipotesis

Hipotesis yang digunakan untuk uji beda tiga rata-rata adalah:

 

H0:    \mu_1=\mu_2=\mu_3μ1=μ2=μ3

(Rata-ratabanyaknyaanggotarumahtanggaketigadesaadalahsama)

 

H1:Minimalterdapatsatu            \muμyangtidak sama

(Minimalterdapatrata-ratabanyaknyaanggotarumahtanggasalahsatu desatidak samadengandesayanglain)

 

 

b.   StatistikUji


Langkah-langkah menghitung statistik uji adalah sebagai berikut:

1.   Tentukan banyaknya perlakuan(k)(k)

 

Banyaknyaperlakuanadalah3(k=3),(k=3),yaitu3desa(DesaA,DesaBdanDesa C)

2.   Hitungbanyaknyadata(n_1,n_2,n_3,n)(n1,n2,n3,n)

 

BanyaknyadataDesaA,BdanC:

 

n_1=7n1=7 n_2=10n2=10

n_3=9n3=9

Banyaknyadatagabungan:

\begin{aligned}n &= n_1 + n_2 + n_3 \\ &= 7 + 10 + 9 \\ &= 26\end{aligned}n=n1+n2+n3=7+10+9=26

 

3.  Jumlahdata          (X_{1.},X_{2.},X_{3.},X_{..})(X1.,X2.,X3.,X..)

 

Jumlahdatadihitungmelaluitabel:

 

x_{1j}xj1

x_{2j}xj2

x_{3j}xj3

6

4

7

8

4

5

4

4

3

4

7

6

7

4

5

5

4

5


 

x_{1j}xj1

x_{2j}xj2

x_{3j}xj3

4

3

3

 

3

3

 

8

3

 

8

 

X_{i.}Xi.

38

49

40

JumlahdataDesaA,BdanC:

 

X_1.=38X1.=38 X_2.=49X2.=49 X_3.=40X3.=40

Jumlahdatagabungan:

\begin{aligned}X.. &= X_1. + X_2. + X_3. \\ &= 38 + 49 + 40 \\ &= 127\end{aligned}X..=X1.+X2.+X3.=38+49+40=127

 

4.                          HitungJumlahKuadratPerlakuan           (SSTr)(SSTr)

 

\begin{aligned} SSTr &= \sum_{i=1}^{k} \frac{X_{i\cdot}^{2}}{n_i} - \frac{X_{..}^2}{n}\\ &=

\left(\frac{38^2}{7} + \frac{49^2}{10} + \frac{40^2}{9}\right) - \frac{127^2}{26}\\ &= 624{,}1635

- 620{,}3462\\ &= 3{,}8173

\end{aligned}SSTr=i=1nkXnX=(.2.2ii                                                                                                                                                    7382+10492+9402)261272=624,1635620,3462=3,8173

 

5.                          HitungJumlahKuadratDataGabungan

 

Untuk memudahkanpenghitungan,gunakantabelberikut:

 

x_{1j}xj1

x_{2j}xj2

x_{3j}xj3

x_{1j}^2xj12

x_{2j}^2xj22

x_{3j}^2xj32

6

4

7

36

16

49


x_{1j}xj1

x_{2j}xj2

x_{3j}xj3

x_{1j}^2xj12

x_{2j}^2xj22

x_{3j}^2xj32

8

4

5

64

16

25

4

4

3

16

16

9

4

7

6

16

49

36

7

4

5

49

16

25

5

4

5

25

16

25

4

3

3

16

9

9

 

3

3

 

9

9

 

8

3

 

64

9

 

8

 

 

64

 

\begin{aligned} \sum_{i=1}^{k} \sum_{j=1}^{n_i} x_{ij}^2 &= 6^2 + 8^2 + \cdots + 3^2 + 3^2\\


&=36+64+\cdots+9+9\\&=693\end{aligned}i=1

 

6.                          HitungJumlahKuadratTotal          (SST)(SST)


kj=1


xniij2=62+82++32+32=36+64++9+9=693


 

\begin{aligned} SST &= \sum_{i=1}^{k} \sum_{j=1}^{n_i} x_{ij}^2 - \frac{X_{..}^2}{n}\\ &= 693

- \frac{127^2}{26}\\ &= 693 - 620{,}3462\\ &= 72{,}6538


\end{aligned}SST=i=1


kj=1


xniij2nX..2=693261272=693620,3462=72,6538


 

7.                          HitungJumlahKuadratError          (SSE)(SSE)

 

\begin{aligned} SSE &= SST - SSTr\\ &= 72{,}6538 - 3{,}8173\\ &= 68{,}8365

\end{aligned}SSE=SSTSSTr=72,65383,8173=68,8365

 

8.                          HitungDerajatBebas/DegreeofFreedom(df)          df   treatment=k-1=3-1=2=k1=31=2

df   error=n-k=26-3=23=nk=263=23


9.                          HitungRata-rataKuadratPerlakuan           (MSTr)(MSTr)                     danRata-rataKuadrat               Error(MSE)(MSE)

MSTr = \displaystyle \frac{SSTr}{k - 1} = \frac{3{,}8173}{3-1} = 1{,}9087MSTr=k1SSTr=313,8173=1,9087

MSE = \displaystyle \frac{SSE}{n - k} = \frac{68{,}8365}{26-3} = 2{,}9929MSE=nkSSE=26368,8365=2,9929

 

10.                   Hitung    F_{hit}Fhit

 

F_{hit} = \displaystyle \frac{MSTr}{MSE} = \frac{1{,}9087}{2{,}9929} = 0{,}6377Fhit=MSEMSTr=2,99291,9087=0,6377

Selanjutnya tabel Anova adalah sebagai berikut:

 

 

Sumber Variasi

 

Sum of Squares (SS)

 

Degree of Freedom (df)

 

Mean Squares (MS)

F_{hit}Fhit

Perlakuan (Tr)

3,8173

2

1,9087

 

0,6377

Error (E)

68,8365

23

2,9929

Total (T)

72,6538

25

 

 

c.  TitikKritis

Distribusi yang digunakan dalam pengujian Anova adalah distribusi F.

 

F_{(\alpha;k-1,n-k)}=F_{(0{,}05;2,23)}=3{,}422Fkαkn)(1;,=F(0,05;2,23)=3,422

Gunakan Tabel Distribusi F, untuk melihat nilai F tersebut.

d.   Keputusan

 

KarenaF_{hit}<F_{(\alpha;k-1,n-k)},Fhit<Fnαkk(;−−1),,makagagaltolahH0.


BAB IV

 

KESIMPULAN

 

Kesimpulannya adalah bahwa Statistik Parametrik adalah pengujian yang memanfaatkan informasi mengenai parameter populasi. Statistik Parametrik digunakan jika distribusi suatu populasi sudah diketahui, Statistik Parametrik juga memiliki syarat salah satu syaratnya adalah sampel yang diperoleh secara random (mewakili populasi). Mean Parametrik juga memiliki alat ukur yang digunakan yaitu, Alat uji T dan Uji Analisis Of Varians (Anova). Jadi Statistik Parametrik merupakan pengkajian yang paling umum digunakan dan tidak memakan waktu yang relatif lama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Field, A. (2005). Statistics Using SPSS. SAGE Publications. Harris, T., & Hardin, J. W. (2013). Exact Wilcoxon Signed-Rank and Wilcoxon Mann–Whitney Ranksum Tests. The Stata Journal, 13(2), 337–343. https://doi.org/10.1177/1536867X130 1300208

Harinaldi. 2005. Prinsip-prinsip Statistik” Untuk Teknik dan Sains”. Penerbit : Erlangga . .Jakarta.

HERIANTO ,H.(2020) Statistik Parametrik ,Nonparametrik,Satistik Deskrpktif ,Iinferensial, Variabel dan Skala Pengukuran.

Lubis, Zulkarnain. 2012. Penggunaan Statistika Dalam Penelitian Sosial. Perdana Publishing. Medan.

Nisfiannoor, M. (2009). Pendekatan Statistika Modern untuk Ilmu Sosial. Salemba Humanika. Triola, M. F. (2015). Essentials of Statistics (5th ed.)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT DIAGNOSTIK KEPRIBADIAN OBYEKTIF DAN PROYEKTIF

DISKUSI FILM DAN KAITAN DENGAN TEORI HARRY S. SULLIVAN